10 Feb 2015

Cerpen : "Bukan Senja Begini" by IrfanMuse

Cerpen : "Bukan Senja Begini"
Karya : Irfan Mustofa

[prolog]
...sama sekali tidak terasa hamparan halus di telapak kaki. Sayangnya cakrawala tetap membiarkan lembayung tenggelam untuk sembunyi. Kesekian kalinya angin berbisik, tempatku bukan disini. Perlahan semua meredup ditelan malam kelam gelap hitam.



***

Suara peluit itu memekakkan telinga, dan kelopak mata terbuka. 10 menit sudah tadi terpejam. Karena tidak mau ketinggalan keberangkatan, sengaja menunggu dari subuh duduk di kursi besi ini. Aku cek tiket tertulis Peron 7 jam 05.40 WIB dan kode tempat duduk. Akhirnya, terlihat dari kejauhan dua mata bersinar menerobos gelap dan semakin mendekat.
“Nah, itu dia keretanya!” aku berdiri.

Saat menaiki KA Malabar perasaan aneh tak menentu, sedikit resah. Mungkin karena ini untuk pertama kalinya aku naik kereta cukup jauh. Jika membahas tujuanku mengingatkan pada lagu anak-anak. Setelah menyusuri deretan kursi, beruntung aku mendapat tempat duduk dekat dengan kaca. Mungkin juga mimpi sekejap tadi yang agak mengerikan. Namun, mimpi yang ini akan indah kayaknya.
Lima tahun lalu 7Ranger, gang bentukan dari dunia maya pernah berikrar, “2020 kita harus bertemu di Bali!”. Pada tanggal yang telah ditentukan kita harus menabung dan kopi darat di pulau Dewata. Impian bertemu di Bali akan terwujud.

Berasal dari berbagai daerah, dari Tanah Rencong, Batam, Palembang, Tanah Borneo, dari kota hujan, dan Lombok juga ada, sendiri aku dari Bandung. Persahabatan unik terjalin karena sebuah komunikasi dan konflik yang terus mendewasakan. Meskipun jarak memisahkan, perlahan timbul rasa kepercayaan layaknya bersahabat di dunia nyata. Jika dikisahkan, ceritanya tidak pernah cukup satu cerpen saja.

“Ping!!!” bunyi bbm-ku dari salah satu Ranger, itu sebutan setiap member gang konyol kami.

“Oii, Droen udah berangkat?” pesan Arief muncul. (droen itu kamu dalam bahasa Aceh)

“Iye, Rief. Gua baru aja duduk manis di kereta” pesanku Deliver lalu jadi Read.

Tak lama dia balas “oke, gua, Syam, dan Leo mau transit di Jakarta pakai pesawat, nanti tak kabari jika tiba” dialek khasnya tetap sama dalam chat.

Resa hati mulai sirna, takluk oleh semangat antusias untuk menemui mereka.Dalam hati aku berdoa, “Ya
Allah izinkan aku bertemu dengan mereka.Bismillah.” Perjalanan ini memakan waktu sekitar 10 jam. Tak lama diam, ponsel bergetar lagi.

Satu sms masuk, “Ka Irfan, Aku mau ke Jakarta transit bareng sama gank Sumatera.” Ini dari Pian Si Orang Bogor salah satu ranger termuda sebelum Irwan orang Lombok.

Tidak lupa mengabari dulu Goo untuk bertemu di Surabaya, karena dia datang dari Banjarmasin pasti singgah dulu di Tanjung Perak. Dua jam, tiga jam, lima jam berlalu bosan juga duduk-tidur-duduk di kereta. Papan hijau besar sempat terlewati, bertuliskan Kota Malang.

“Loh, kok, berhenti di Stasiun Malang?”

Setelah bertanya pada petugas, ternyata aku salah pilih kereta. Seharusnya menaiki KA Pasundan yang langsung ke Surabaya. Namun beliau mencoba memberi solusi, katanya aku bisa menaiki KA Tawang Alun menuju ke Stasiun Banyuwangi. Akan tiba satu jam lagi. Aku pikir benar juga, dari Banyuwangi kan bisa nyebrang sampai ke pelabuhan Gilimanuk. Lalu sampai di Bali.

Aku kabari Goo lagi, agar tidak perlu menunggu di Stasiun Gubeng Surabaya dan tunggu saja di Gilimanuk pukul 3 sore. Satu jam menunggu akhirnya singgah di kereta lain. Meskipun nampak tua dan agak bergoncang, kereta ini mampu meluncur cepat.

Sirine kereta dibunyikan nyaring panjang. Decit gesekan rel kereta juga terdengar ngilu di telinga membuatku pusing. Sempat terdengar suara goncangan dan hantaman, tapi kuabaikan. Kereta terus melaju cepat. Dengan volume tinggi, rasa jenuh hilang dengan irama musik favorit. Cukup Earphone di telinga menikmati perjalanan ini. Melihat ke jendela, sepertinya kereta melewati pusat kota, dari sirine yang di bunyikkan dari jauh akan melewati persimpangan rel dan jalan raya. Kenapa harus dari jauh ya?.
***

Turun dari kapal Ferry di pelabuhan Gilimanuk, mereka melihat ke arah aku bersama rombongan penumpang kapal. Menyaksikan raut wajah para Rangers begitu tidak senang. Mimik muka kecewa dan sedih tergurat jelas diantaranya juga nampak marah.

Bagaimana tidak marah, aku benar-benar terlambat. Seharusnya tiba pukul 3 sore. Ini malah, jam tangan menunjukan 17:00. Mereka berenam berlalu begitu saja. Tidak ada kata sambutan. Dan riuh sapaan layaknya Kopi Darat pertama. Dalam hati, “sepertinya mereka sangat kecewa.”

Sepanjang jalan menuju hotel, sindiran terus terlontarkan. Padahal aku tepat berada di belakang mereka.

Syam bilang, “Harusnya kita gak perlu ajak dia! Kemana aja sih? Rusak plan kita aja.”

‘Dia’ yang dia maksud pasti aku. Sudah ribuan maaf mengekor dengan alasannya. Namun, mereka berenam bersikap dingin, dan acuh. Tidak ada yang menanggapi. Ini bukan impian liburan yang aku harapkan. Diabaikan.

Singkat cerita, kami menikmati sunset di Pantai Kuta. Saling melempar pasir. Kejar-kejaran. Menendang ombak. Dan hal-hal menyenangkan lain yang dilakukan di Pantai. Sudah beberapa jam, tapi satu pun diantara mereka belum ada yang mau bicara padaku. Tak apalah, yang penting melihat mereka bersenang-senang aku turut senang.

“Irfaaaaaaannn!!! Kau menyebalkan,” dengan logat Palembangnya Leo teriak ke arah laut.

“Iiikkkhh... Si Rangers Ungu bikin kita gendok deh, hari ini,” keluh Goo membuatku agak geram.

Daripada mendengar mereka menggerutu. Aku memilih kembali ke kamar hotel. Ingin rasanya marah juga sama mereka. Tapi, mending menenangkan diri dari jetlag sambil rebahan di sofa. Tak lama semua kembali dengan pakaian semi basah. Irwan menyalakan televisi, sambil menunggu giliran mandi. Telunjuk Irwan terus memijit-mijit tobol remote.

“Mana ada acara seru jam segini, kalau bukan sinetron murahan kesukaan lo. Udik baru lepas maggrib udah nyalain TV!” umpatku sedikit mengiris. Aku kira bisa menarik perhatian mereka, ternyata tidak.

“Eh, Eh, Wan ! coba lu kembalikan lagi ke chanel sebelumnya,” kata Syam sambil menepuk bahu Irwan.
Lalu Irwan, memencet tombol kembali. Sehingga muncul seorang wanita, dengan air muka serius mengabarkan sebuah berita. Tertulis besar di bawah layar headline berita, Breaking News.

Suara TV: “Satu lagi duka datang dari dunia perkeretaan Indonesia. Akibat sebuah Tangki Pertamina menerobos perlintasan Rel Kereta Api....”

“GOO!! Cepat Kemari!!” Teriak Syam panik.

“Ada apa Syam? Bikin telinga budek aja,” timpal Goo.

“Bukan saatnya bercanda. Irfan tadi naik kereta apa? Jam berapa?” Mimik Syam begitu serius.

“KA Tawang Alun, dari Malang. Sekitar jam 2 siang. Kenapa ?”

Suara TV: “ ... Kereta dari arah Malang menabrak dan terguling, beberapa gerbong turut terbakar. Sehingga menelan beberapa korban. Musibah ini menambah deret panjang kecelakaan kereta di Indonesia.”

”Jangan-jangan?” serentak kaget Irwan, Goo, dan Syam, mereka saling pandangan lalu mengangkat telpon masing-masing. Mengabari seseorang.

“Irfan!! Fan!! Angkat Fan! Lo dimana?” teriak Syam panik.

“Nomor Irfan gak aktif bang Syam,” Timpal Irwan.

Apa-apaan mereka? aku kebingungan, “Gua disini guys?! Hei!” mencoba menyentuh mereka, namun terlewat begitu saja. Aku tangkap, tidak bisa. Telapak tangan kuarahkan pada lampu neon, cahayanya bisa menembus merawang telapak.

“Jadi, aku ini apa? Aku... ” saat melihat cermin, refleksi diri tidak nampak sama sekali.

***

Sepanjang pantai berbiaskan oranye sunset. Kuratapi takdir Tuhan, karena Bukan Senja Begini yang sama sekali aku harapkan. Namun, Sang Maha Kuasa sudah mengizinkan sempat melihat mereka yang ingin aku temui. Terisak namun tak berair, hanya tatapan kosong dari sebuah jiwa penasaran. Kakiku melangkah hampa namun... [sambungan ke awal cerita - prolog]


Sebelumnya Pelabuhan Gilimanuk.

“Dimana sih Irfan? Sudah 2 jam nih, kita orang nunggu,” tanya Leo mulai bosan.

“Tunggu sebentar lagi, dia pasti datang di kapal terakhir itu,” Ucap Arief menenangkan.

“Bang, Handphone dia gak aktif,” Irwan bersuara, setelah sejak tadi sibuk menelpon.

Kapal Fery terakhir merapat ke dermaga.

“Tidak ada kak,” ucap Pian terdengar sedih melihat rombongan penumpang turun.

“Kayaknya Irfan gak datang hari ini. Mungkin dia tiba besok,” kata Syam lebih dewasa.

“Ya sudah, mari kita ke Hotel,” timpal Goo lemas.
***

[epilog]
Kereta.
Aku mendengar hantaman, lalu kereta berguncang keras. Namun hanya dentuman kerasnya musik rock di telinga. Masih tidak terpengaruh, kini sebuah ledakan terdengar. Kepanikan terjadi, kereta semakin berguncang keras. Baru aku sadar ada yang tidak beres. Citra terakhir yang muncul, saat kereta terguling kemudian pecahan kaca menghujam wajah.

Astagfirlohal’adzim, mataku terbelalak dengan keringat dingin bercucuran. Suara peluit seorang petugas stasiun membuatku terhentak bangun. Dalam tidur sekejap itu. Istigfar terus kupanjat sambil mengusap wajah, dan meludah ke kiri tiga kali. Mimpi buruk.

5 Jan 2015

[Tugas Multimedia] Contoh Cerita Fabel Konferensi Satwa - Audio dan Skenario


Cerita Fabel : Konferensi Satwa






Suatu hari di tengah hutan belantara para satwa berkumpul, mereka berbincang bersama untuk mengutarakan unek-unek mereka. Sikap manusia yang terbilang berlebihan dan mengekploitasi alam membuat para satwa Geram, mereka ingin menegakan keadilan dan menuntut pertanggung jawaban manusia.

Riuh keributan pun terjadi, di tengah belantara itu kemudian Singa Si Raja Hutan. Meminta agar setiap hewan mengungkapkan perlakuan manusia pada mereka.

Singa        : [Aaaauuuurrgghh – Auman Singa] Mohon perhatian warga satwa, baiklah sekarang kalian ungkapkan apa yang sudah manusia lakukan pada kaum kalian.

Monyet        : [Uuuu !! Aaaa !!] Saya ... Saya... dahulu tuan raja, saya ingin menuntut manusia karena mereka sudah menangkap beberapa teman kami, lalu mereka latih dengan cara yang kasar agar bisa bekerja pada mereka. Uuu !!! Aaaa !! Tuan sungguh menyedihkan tuan raja.

Beo        : [kwaakkk... kwaakkkk] izinkan saya bicara tuan. Saya sudah muak dengan manusia yang jahat, mereka menangkap ratusan dari kami karena keindahan bulu kami. Kami para burung di simpan dalam sangkar, bahkan menurut beberapa sumber bangsa kami dibunuh dicabuti bulunya, lalu di awetkan hanya untuk sekedar hiasan rumah mereka. [kwakkk..kwakkk]

Gajah        : [bersuara gajah] raja singa, kaum kami pun sama begitu, karena hutan yang semakin habis, kami kehilangan habitat dan para gajah di bunuh untuk di ambil gadingnya. Lalu membiarkan tubuh besar kami membusuk di hutan. Huhuhu [sedih] jumlah kami pun di hutan tinggal sedikit raja singa.

Buaya        : Raja singa, izin kan aku bicara juga saya jauh-jauh ke sini meninggalkan sungai, hanya ingin mengutarakan unek-unek, bangsa kami yang di takuti, juga rupanya ditangkap dan mereka mengambil kulit kami yang katanya di jadikan alas kaki, tas dan pakaian untuk manusia. Kami pun ketakutan tuan.

Kancil        : Tuan Raja tolong kaum kami, karena sumber makanan semakin sedikit, kami terpaksa pergi ke kebun manusia untuk mencari makan. Dan bangsa kami di buru habis, dan jumlah kancil di hutan ini pun semakin sedikit. Itu semua karena ulah manusia yang menghancurkan rumah-rumah kami.

Singa        : [Aaauurrgght] aku pun begitu, mereka memburu saudara-saudara kami untuk mereka ambil kulit dan menjadikan kami hiasan rumah. Bahkan beberapa diantara kami ditangkap dan dibiarkan kelaparan di kandang besi yang sempit. Baiklah sekarang kita harus bersatu. Ayo kita keluar dari hutan, kita pergi ke kota. Aku pernah mendengar bahwa bangsa manusia membangun sebuah gedung tempat mengutarakan aspirasi. Kita semua harus kesana untuk menuntut keadilan.

Para Satwa pun memberanikan diri keluar hutan, mereka bersatu menuju kota. Bukan untuk menghancurkan tempat tinggal manusia tapi untuk  berbicara di forum tinggi yaitu di Gedung MPR/DPR. Mereka akan kesana untuk menuntut keadilan.


Pengisi Suara :

Singa         : Irfan Mustofa
Gajah        : Dewi Puspaningrum
Buaya        : Tresna Surya
Kancil        : Naila Azmi
Monyet        : Arif Budiman
Beo        : Inka Kurnianingsih

Kami dari Kelompok “Imagine Creation” Kelas IF-A Teknik Informatika (S1)

Contoh Naskah dan Radio Amatir [OffLine] Streaming by Irfanmuse







Skenario :

Nama Radio     : Radio Kampus
Gelombang    : Streaming
Nama Penyiar    : Irfan Mustofa
Durasi        : 1 Jam
Segmen    : Musik Remaja
Nama Acara    : Cover Hits Song

[ Backsound ]

[ Opening ]

Assalamualaikum Wr. Wb, Kampus Radio, Tetap Kreatif Mengudara !.
Hola, Listener setia Radio Kampus,  Gimana kabarnya hari ini ? semoga sehat dan penuh semangat yah.
eum, di edisi kali ini, Ifan akan menemani listener semua selama satu jam kedepan dengan lagu-lagu yang sudah disiapkan, tentunya dalam program acara CHS (Cover Hits Song) dimana Listener semua disuguhi oleh lagu-lagu hits yang special di cover oleh para Youtubers Creative.

oh, tentunya listener bisa turut berpartisipasi dengan request lagu dan kirim-kirim salam.
Ok, lagu pertama yang akan Ifan putar adalah dari Tiffany Alvord, cewe bule cantik ini berhasil mengcover lagu berjudul Rude dari MAGIC!, menjadi versi cewe, alhasil viewers dari video yang diupload sudah 1juta lebih, wow. langsung saja, check this song.

[Song : Rude by Magic, cover by Tiffany Alvord]
[Iklan : Info Kampus]

Kampus Radio, tetap kreatif mengudara !! balik lagi bersama saya Ifan di acara kesayangan kita, CHS (Catatan Hati Seorang Is *ehh Salah haha) - Cover Hits Song, Oke, kini saatnya kita request-request lagu dan titip salam langsung saja sms atau telpon, ke 089 649 103 333.

Baik Listener sudah ada 32 SMS yang nyangkut, Ok yang pertama, ada SMS dari Andi, katanya pengen lagunya Happy dong, yang di Cover Sam Tsui dan temannya. salam-salamnya mahasiswa amik yang lagi ngampus dan si aku yang lagi, Hepi ^^. cieee ... pasti baru nemu duit di jalan ya haha

Ok, langsung saja sembari menunggu sms lainya masuk dan On Air bareng Ifan, telpon ke 089 649 103 333. cuss kita putar aja lagu yg di Request oleh Andi, Happy dari William Pharells yang di Cover oleh Sam Tsui.  check this out !!!
[Song: Happy by William Pharell, cover by Sam Tsui]

Kembali lagi bersama Ifan, Tadi itu lagu Happy yang di Cover oleh Sam Tsui. Yutubestar bersuara emas yang sukses mengrecycle lagu-lagu hits, menjadi lebih Epic. Dia juga salah satu favorit saya. Ok, ada yang mau gabung On Air Ifan? Kalo Ifan bilang Radio Kampus, Passwordnya: Tetap Kreatif Mengudara !!. Baik ifan tunggu di Line telpon 089 649 103 333.

[Suara Dering Telpon]
Oh, udah ada telpon yang nyantol Listener. (P= Penyiar, L=Listener)
P: Hallo, Radio Kampus ?
L: Tetap Kreatif Mengudara!.
P: Weiiisss ... semangat banget, dengan siapa? Dimana?
L: aku Cindy di Dago.
P: hai Cindy, pengen titip salam dan request buat siapa nih?
L: hehe aku pengen titip salam buat si AA, yang mau UAS besok. Semangat A !! dan mau lagunya itu donk, euu... Clarity yang di Cover Sam Tsui...
P: Yaahh... Sam Tsui nya udah di puter Cindy tadi, yang Happy.
L: Ouhh gitu, ya udah Cover lagu dari Alex Goot aja deh. Yang mana aja hehe.
P: Alex Goot? Ok Cindy. Ntar di pilihin yang special. Hehe Terima Kasih Cindy udah On Air bareng Ifan.
L: Oke Masama, Radio Kampus.

[Kembali ke Radio]
Well, Buat Cindy di Dago, udah Ifan Pilihkan nih, lagunya. Alex Goot Feat Crissy Constaza dan Kurt, dengan cover songnya Counting Stars dari OneRepublic. Tuh, langsung Tripel Musisi. Hehe... langsung saja kita putar.

[ Song: Counting Stars by OneRepublic Cover by Alex Goot, Crissy, dan Kurt]

Eh, Listener sekedar Info nih, dari ane. Sekarang di kota Bandung lagi ada Operasi Zebra, pastikan kamu pakai Helm dan bawa surat-surat lengkap kalo mau berkendara yaa, Hati-hati aja buat pelajar yang belum punya SIM jangan sampai nekat-nekat nikah eh hehe... Ingat Helm harus SNI dan Knalpot jangan dirubah kayak tawon kesurupan, Ok ini ada request lagi dari Susan di Jatinangor, katanya tolong putar lagunya John Legend yang All Of Me, yang di cover sama Luciana Zogbi.

[Song: All of me – John Legend Cover by Luciana Zogbi]

[Clossing]
Waahh, Listener gak terasa udah satu jam Ifan nemeni kalian, di acara Cover Hits Song. Radio Kampus. Salam Sukses semuanya, Salam beraktifitas, buat para Listener dan civitas Kampus STMIK-AMIKBANDUNG. Satu persembahan lagu terakhir sebagai penutup dari Boyce Avenue bawain lagu Heaven (feat. Megan Nicole), kalau tidak salah ini lagu dari Bryan Adams.
Ok. Saya Ifan, sampai jumpa minggu depan. Radio Kampus, Tetap Kreatif Mengudara. Wallasammualaikum wr.wb
[Song: Boyce Avenue – Heaven (feat. Megan Nicole)]

3 Jan 2015

24 Des 2014

Tutorial Membuat Photo ‘Me and Me’ dengan Photoshop




Tutorial saya kali ini, saya akan membuat teknik photo kita sendiri berjumlah lebih dari satu dalam satu tempat atau saya menyebutnya teknik photo Me and Me, coba anda perhatikan hasil akhir tutorial ini dari photo diatas ini.


Ok, Langsung saja kita mulai tutorial nya, untuk mengedit photo diatas itu saya menggunakan Photoshop. Saya pikir berapapun versinya mungkin bisa, karena disini saya hanya bermain layer dengan cara meng-crop beberapa photo lalu di gabungkan, tanpa menyeleksi secara detail tubuh kita. Saya sendiri menggunakan Photoshop CS 5.
A.      Petunjuk Teknis
Satu syarat membuat photo effect Me and Me adalah anda harus mendapatkan photo berkualitas baik dan harus diposisikan di satu tempat.

Saya mengambil 4 buah photo, pada tempat yang sama tanpa pergeseran sedikitpun. Hanya saja kita tinggal berpindah-pindah dengan fose yang berbeda beda. Sebaiknya anda menyimpan kamera anda kemudian gunakan Timer. Berikut Tips secara teknis untuk cara mengambil photonya.

B.      Tahap Editing.
1.       Pertama-tama buka Photoshop anda kemudian buka Photo-photo anda, File à Open (Ctrl + O) [buka semua photo anda, lalu susun dalam beberapa layer, dengan satu layer Background seperti ini]
2.       Pada Layer 4 atau Layer paling atas, seleksi sekotak atau bagian yang kosong. Perhatikan gambar dibawa ini :


3.       Gunakan Rectangular Tool (M) untuk memotong dan menghapus baian photo yang diseleksi, susun setiap layernya sehingga tumpukan hasil photo yang dipotong dan hapus menjadi muncul [photong dan hapus bagian photo yang tidak perlu, perhatikan contoh]

 
4.       Lakukan terus menerus hingga tersusun menjadi satu photo seperti berikut.

 

5.Perhatikan garis berwarna merah di nomor. 4. Garis merah tersebut merupakan batas potongan photo dari setiap layernya. Setiap photonya yang di ambil pastil memiliki pencahayaan yang berbeda-beda sehingga garis potongan photo tersebut terlihat kontras. Ini masalah mudah, Gunakan Eraser Tool dengan Opacity 50 %. Kemudian sapukan pada pinggiran photo yang saling berbatasan.


6.       Setelah terlihat rapi dan nampak menyatu, Pilih semua Layer lalu klik kanan kemudian Merge Layer. Supaya photo menjadi satu layer. Kemudian pilih Image à Adjustment à Brightness/Contrast. Atur sesuai kebutuhan agar warna kontras semua photo terlihat sama dan nampak nyata. [Perhatikan photo dibawah ini]




7.       Setelah melakukan Finishing silahkan tambahkan teks atau effek lain agar editan photo anda nampak sempurna. Save As à JPG dengan kualitas photo terbaik. Selesai.

Sekian saja Tutorial Membuat Photo ‘Me and Me’ dengan Photoshop dari saya, mohon maaf jika masih banyak ke kurangan, karena saya juga masih belajar. Silahkan komentar di postingan ini jika ada tahap-tahap yang kurang jelas, samapai ketemu lagi di tutorial berikutnya, Salam fanmuse J Terima Kasih.






Penyakit Akibat Dunia Cyber, Mungkin Anda Mengidap Salah Satunya ?


Ada banyak sekali istilah yang diciptakan untuk menggambarkan berbagai macam penyakit akibat gemar di Social Media, sebagian yang mungkin bisa dibilang paling populer dan paling endemi (cepat menyebar dan tidak bisa hilang) adalah sebagai berikut :
  1. EGOSURFING  :  Sangat amat terobsesi pada reputasi dirinya di dunia maya. Menghabiskan waktu online hanya untuk mencari namanya di search engine besar seperti Google dan Yahoo. Bahkan mengecek rating blog pribadinya di Technorati.
  2. BLOGSIBISIONIS :  Penderita sangat senang dan bangga meng-ekspose dirinya di dalam blog ataupun situs pertemanan. Bahkan hal-hal sangat pribadi yang seharusnya orang lain tidak perlu tahu, dengan mudahnya disebarluaskan.
  3. GILABERRY : Menjangkiti para pimpinan perusahaan. Penderita tidak pernah bisa lepas dari perangkat blackberry-nya, setiap detik memeriksa situs pertemanan dan email. Untuk yang sudah parah, bahkan memeriksa blackberry disaat genting seperti saat terjadi bencana alam atau kebakaran.
  4. DETECTIVE GOOGLE  :  Melakukan pencarian terus menerus dengan search engine Google untuk menyelidiki teman lama, mantan pacar, cinta pertama, atau sekedar gebetan baru.
  5. CYBERKONDRIA : Setelah melakukan riset di internet tentang penyakit tertentu atau menerima email tentang penyakit tertentu, penderita akan merasa menderita penyakit tersebut.
  6. PHOTOLURKING  :  Gemar melihat-lihat album foto online milik seseorang yang tidak dikenalnya
  7. WIKIPEDIHOLIC  :  Penderita sangat terdedikasi untuk mengedit dan melengkapi situs ensiklopedi seperti Wikipedia.
  8. CHEESEPODDING  :  Penderita gemar men-download lagu-lagu yang norak, basi dan ketinggalan jaman.

10 Des 2014

[ Cerpen ] “ Ngeteng Traveller ”




Sudah enam tahun sudah aku berteman dengan mereka yang mengaku 7ranger, teman-teman dari berbagai kota yang aku kenal lewat     sosial media, rencananya kami akan bertemu dan berlibur bersama. Hingga Bali menjadi spot pilihan kami untuk bertatap langsung.
Hari yang dinanti tiba, Goo dari Banjarmasin dan Irwan dari Lombok memutuskan untuk menunggu kami berlima di Bali. Sedangkan Arief dari Aceh, Syam dari Batam, dan Leo dari Palembang memutuskan untuk Transit dahulu ke Jakarta bertemu Pian yang dari Bogor dan Aku sendiri dari Bandung. Perkenalkan aku Irfan, dan inilah petualanganku ke Pulau Dewata.
Dengan memakai baju ungu, ransel dan tas selendang kecil berisi uang cash, dan tiket pesawat aku layaknya seorang backpacker. Dari jam 5.12 pagi aku di Stasiun Bandung, berdiri diantara antrian loket untuk membeli tiket KA menuju Stasiun Gambir Jakarta.
Saat       hendak masuk tiba-tiba “Jeprutt .... prakk” tali tas kecilku jatuh, obat-obatan, power bank, charger, tiket pesawat dan isinya tercecer keluar. Sambil jongkok memunguti barangku. Penumpang yang akan masuk sudah nampak berdesakan, maklum Kereta Ekonomi. Saat hendak malaju, sambil menenteng tas aku berdiri tepat di pintu gerbong, kemudian “breettt ...” tas ku jatuh lagi ? bukan! Aku kaget lalu teriak ...
“Jambreettt !!!” tas ku dibawa lari lelaki misterius, entah siapa karena hari masih gelap, aku teriak mengalahkan suara peluit petugas stasiun saat itu.
“Copet !! Copet !! Punten kang, itu cegat ! .... Aaah, sialan !” aku langsung lompat dan mengejar copet itu “Copeeeet !! Wooii rek kamana siah ! Jangan tinggalin gua !!”  *Jiiiaah, buset, itu copet larinya cepat amat, iya lah, mana ada copet lari lemah gemulai. Si Copet menghilang diantara keramaian penumpang, tapi kulihat dia keluar stasiun dan masuk ke suatu gang, aku ikuti hingga cukup jauh dari stasiun hingga akhirnya Aku kehilangan dia “Sial !”.
Dengan nafas masih tersenggal senggal aku kembali ke stasiun. Sial lagi, ternyata Kereta Menuju Gambir sudah berangkat, dan akan ada lagi jam 4 sore. Aku tengok jam tanganku, 6.30 pagi, lalu aku kabari sahabatku Syam.
 “Tuutt ... Tuutt ... Tuutt, Nomor Yang Anda Tuju Sedang Tidak Aktif“
” huh, lagi-lagi janda gatel itu yang jawab, yang lain juga belum aktif pasti masih di pesawat menuju Jakarta.”

Mondar mandir di Stasiun berpikir harus gimana, cek Dompet uang cash hanya ada 250.000, saldo ATM aku cukup untuk membeli tiket pesawat lagi, tapi saat di cek ketersediaan Tiket di internet. Apess memang, hari ini semua tiket pesawat kelas ekonomi tujuan Bali sudah ludes terjual, hingga 3 hari kedepan. *kelas ekonomi?* “masalah buat lo?
“Ahh, harus hemat nih, disanakan belum Check in, Makan, Belanja, Diving, Snorkling, Clubbing, ehh hehe ”
Setelah aku pikirkan kereta menjadi pilihan ku ke Bali, via Bandung – Surabaya. Saat di loket ada dua pilihan dilematis antara KA Turangga atau KA Pasundan. Aku tanyakan soal harga tiket kedua kereta itu.
“loh, teh, kok Turangga mahal yaa?” tanyaku heran kepada petugas loket, dibalik kaca mbak itu menjawab “iyalah kang, fasilitasnya juga bagus” mbak itu menunjukan brosur kereta dengan interiornya yang mirip pesawat.
“jangan haraf naik kereta Cuma-Cuma, hehe” canda mbak itu.
“ya iyalah teh, bisa aja si teteh mah.” Ucapan mbak tadi membuatku ingat akan syair lagu anak-anak ... Ke Bandung~ Surabaya~  boleh lah naik dengan percuma .... aku senyam senyum sendiri.
 Karena harga tiket KA Turangga begitu mahal maka KA Pasundanlah pilihanku lebih murah 100.000 karena kelas ekonomi. Di dalam gerbong, aku tercengang melihat keadaan Kereta, kumuh ? padat penumpang? Pedagang asongan? Itu semua tidak ada, keretanya bersih, ber-AC, dan ada colokan listrik untuk ngeCharge, tepuk jidat, baru ingat Chargerku ada ditas yang dicopet itu, harus hemat batterai, aku SMS Ranger lain, jika aku ke Bali dengan “Ngeteng” dan tidak jadi ke Stasiun Gambir. Dari jam 7 Kereta melaju cukup cepat, udara segar kota Bandung berhembus dari sela-sela jendela kereta.
Ponselku berbunyi, rupanya Arief menelpon “Hoii Cung, kenapa lo malah mau Ngepang di Bali ?”
“Eh.. Eh.. Eh ! bukan Ngepang, tapi Ngeteng, jadi gua gonta-ganti Transport, sekarang di Kereta menuju Surabaya” jawab aku.
“hahaha... loh, kok Kereta? gak cape kau ke Bali pake Kereta?” tanya Arief heran, yang dia kira Kereta itu Motor. Karena di Aceh disebut begitu.
“iishh... ini kereta beneran cung, yang Jug ge Jag ge Jug... Sorry gua gak ke Jakarta.”
“Ooohh... kenapa? Gua, Syam dan Pian mau Boarding nih ...”
“ceritanya panjang lebar kali tinggi, Kabarin gua jika udah sampai Bali” setelah telpon berakhir, baterai ponsel berkurang satu, benar-benar harus hemat batere, hemat uang pula, hadooh..
Matahari Jam 10 pagi tersenyum hangat menyapa dari langit biru, cerahnya bersatu dengan hijaunya pesawahan. Hampir 12 Jam perjalanan mulai membuatku Jenuh, aku berjalan-jalan menyusuri gerbong, lalu terhenti di pintu gerbong, teringat adegan di film 5CM saat Zafran dan Dinda menggantung di pintu menikmati hembusan angin, pikirku “Ah, Cobain ahh heheh” sensasi angin kencang berhembus nikmat sekali, aku merem-melek lalu membayangkan seseorang berbisik I love You, eh, fantasy ku buyar karena kaget petugas gerbong menegurku.
 “he kang ! ojo ngadek neng kunu! Blai kowe nek ngadek neng lawang koyo ngunu ...” dialek Jawa yang khas dia pinta jangan berdiri disitu, berbahaya. Karena Bad Mood Aku terlelap tidur, hingga tidak terasa telah sampai di Stasiun Gubeng Surabaya. Aku turun, tepat pukul 18.30 dan kukabari lagi Ranger lain.
Saat di Kereta aku sempat bertanya pada penumpang lain caranya ke Bali dari Surabaya, katanya bisa menggunakan Bis Malam, Ok aku pun ke terminal Bis,  mumpung di Surabaya jalan-jalan dulu lalu selfie buat di Sosial Media. Aku tergiur dengan Rujak Cingur yang dijual disana, lumayan buat menghilangkan pusing dari kereta tadi. Saat naik Bis menuju Banyuwangi. 2 jam perjalanan, tiba-tiba perutku bermasalah, rasanya mules, sakit melilit-lilit.
“Aduuuhh, pasti gara-gara jajanan itu, ini bis gak ada toiletnya ya” dalam benaku sambil menahan sakit, keringat dingin bercucuran. Ingin bicara untuk berhenti tapi mengangkat bokong saja rasanya, enggan. Sekitar pukul 8 Bis berhenti sejenak di SPBU. Beberapa penumpang turun tuk sekedar buang air kecil atau merokok, hal ini juga jadi kesempatan buatku, untuk maaf, Puff.
“Ahhh... Leganyaa ...” akhirnya penderitaanku pergi terbawa arus berputar itu. “Bye .. !” aku tersenyum puas, saat ku lihat jam tangan. “Busset jam 8.45 ! gila udah setengah jam lebih gua nongkrong” aku keluar dari toilet tapi di hadang seorang pria, bukan preman tapi  penjaga toilet untuk bayar. Saat aku Rogoh Dompet, tepuk jidat “Astaga ! Dompet ku didalam Ransel” aku minta izin untuk mengambil uang dulu di Bis, tapi saat keluar kamar mandi Bis nya menghilang. Lemas tubuhku ...
Aku kebingungan, entah ada dimana. Ponsel lowbat tak bisa nelpon, Aku SMS Ranger lain lalu Pian membalas, katanya mereka Check in disalah satu Hotel di Sanur. Aku naik Ojek dengan Jaminan Jam Tangan dan Ponsel untuk mengejar Bis itu. Wah, kita kebut-kebutan saat itu karena takut kehilangan jejak Bis itu, untungnya tukang ojek tau jalan hingga terminal Bis di Banyuwangi.
Syukurlah Bis itu ada di terminal. Aku ambil Ranselku dan sempat memarahi Kondektur karena teganya dia meninggalkan aku. 50.000 keluar dari Dompet untuk membayar tukang Ojek itu. Jam 01.20 dini hari, aku celingak-celinguk mencari jalan ke pelabuhan, aku pun pakai GPS (Guide Penduduk Setempat) hehe, aku tanya pada Bapak-bapak di pos ronda, katanya ke pelabuhan Ketapang cuma 20 menit jalan kaki.
Malam dingin cuma berjalan sendiri ditemani gemerlap bintang, Begini rasanya berpetualang ala Nekat Traveller, ah bukan ini namanya “Ngeteng Traveller”, melelahkan tapi begitu seru karena kerasa banget perjuangannya. Tidak seperti naik pesawat, gak asik ! Cuma B2SB “Boarding, Bobo, Sampai, Bali”. Huh.
Di Pelabuhan Ketapang, tak ada satu pun Ferry hendak nyeberang, tapi diluar Pelabuhan ada beberapa nelayan yang hendak melaut, aku nekat meminta untuk bisa diseberangkan ke Gilimanuk,  akhirnya dengan bujuk rayu ada satu Perahu yang mau mengantarku, karena kebetula Bli itu nelayan dari Bali, satu jam perjalanan melintas selat Bali membuatku Mabuk laut, Kepala masih keleyengan aku sampai diseberang. Jam 3 Pagi, petualanganku masih berlanjut, kata Bli nelayan tadi aku bisa naik Bis Malam tujuan Mataram,  Bis itu bakal Singgah dulu ke Terminal Ubung, Aku berterima kasih sekali atas jasa Bli tadi, baik sekali.
Akhirnya setelah bernego hebat, aku bisa ke Denpasar dengan 20.000 hehe, hebat kaan ? sesampainya di Terminal Ubung Denpasar, aku menelpon Syam dengan sisa Batere terakhir. Syam mengangkat dan billang mereka akan melihat Sunrise. lalu “tuuutt... blep” HP-ku Mati. Dari terminal aku jalan kaki hingga ke Sanur, sepangjang jalan aku bertanya-tanya supaya tidak nyasar. Aku percepat langkahku karena waktu sudah jam 4.45, aku tidak mau melewatkan lembayung indah itu.
Di Sanur, 6 Ranger lain sedang duduk dipasir putih menghadap laut, menantikan detik-detik Sang Fajar beralih Terbitnya Surya.
“Sayang banget yaa, Irfan gak ikut kita ke Bali” ujar Irwan kecewa.
“Dia pasti ke Bali, tadi dia bilang mau Ngepang disini” Ucap Arief menghibur
“Guys. Tadi Irfan menelpon, tapi gak sempat bilang dimana posisinya, hpnya mati” tungkas Sam.
“Irfan, dimana kaaauuuu~ si Ranger Ungu gak nepatin janjinya !” Teriak Goo sedikit lebay
“iyahhh ka, kok dia begitu sih, 6 tahun, ini lah yang kita tunggu” Pian turut kecewa.
“Andai dia disini sekarang, lengkaplah bahagia kita 7Rangers” kata Leo.
***
Aku sampai di Pantai Sanur, lalu kulihat ada 6 Pria memakai baju merah, putih, biru, hijau, kuning, dan hitam sedang duduk bersama menatap Lautan. Tidak lain dan tidak bukan ...
Aku mendengar obrolan mereka, dan aku bersuara ...
“Aku ada disini kok !”
“?!” para Ranger reflek menengok kebelakang lalu berdiri. Air muka mereka berubah, rona bahagia terpancar. Kami berpelukan dan lengkaplah 7Ranger, lalu Arief nyeletuk, “Fan, kok lu bau banget sih?” membuat semua melepas pelukan mereka. “lu gak tau yah, bau ini, keringat ini, merupakan perjuangan tuk mencapai Lembayung itu ...” telunjukku mengarah pada Cahaya Lembayung berwarna Oranye keunguan dengan gradasi hijau dan biru langit yang indah, hingga matahari kemerahan muncul sedikit-demi-sedikit dari cakrawala. Yups, Sunrise Sanur yang terkenal itu. Ibarat persahabatan kami yang berwarna warni, hangat, dan abadi. “aaahh lu harus di hukum,” para ranger memegangiku dan menyeret ku ke laut, kami basah-basahan bermandikan Cahaya Lembayung Dewata dari Sunrise Pantai Sanur. Ini Petualangan terbaik dalam hidupku.
Tamat.