"bang
berhenti bang ,bang ?"Teriak seorang gadis di sebrang jalan dibawah
rintikan hujan yang amat deras sehingga membuat dirinya basah "
ketinggalan bus lagi deh" kemudian wanita tersebut terdiam dan merasakan
ada yang aneh sejenak lalu menoleh "kamu siapa ?"
"Ketinggalan bus ? Mau ke halte ?" Seorang pemuda yang tiba-tiba muncul seraya memayungi wanita tersebut mencoba menawarkan
"Kenapa ? Mas mau nganter"
Pemuda itu mengangguk lalu mereka berjalan menuju halte yang di depan nya
"Ini mas dua ribu ,terima kasih ya ?"
"Maksudnya ?"
"Mas ojek payung bukan ?"
Pemuda
tersebut kembali tersenyum sambil berkata "oh nggak neng ,saya juga mau
ke halte kok "jawab pemuda itu " jadi tadi saya ngeliat neng
lari-larian sambil teriak-teriak memanggil bus lalu saya cepat-cepat
samperin"
"Oh gitu" ujar wanita tersebut sambil mengusap-usap bajunya yang basah "saya minta maaf ya mas,kirain ojek payung"
"Oh iya ,kenalin nama saya Irfan" sambil menjulurkan tangan lalu dengan cepat wanita tersebut meraihnya " saya jasmine "
Lalu
mereka tersenyum dibawa derasnya rintikan hujan,untung halte tersebut
bisa menjadi tempat perteduhan mereka sementara sembari menunggu bus
terakhir datang
"Phuk phuk phuk ''
Jasmine memukul-mukul jam tangan nya
"Kamu ngapain neng jas"
"Ini mas ,jam tangan saya masuk air sepertinya,maklum ga resist water jadi begini nih"
Irfan tersenyum
"Kenapa mas ? Ada yang salah ?"
"Nggak kok neng jas, lucu aja sih ,kamu panggil saya mas "
"Lah
kamu juga mas manggil saya pake neng-neng segala,oh iya jangan jas donk
panggil aku mine atau miny,soalnya semuanya manggil aku dengan sebutan
itu"
"Kalo semua orang manggil kamu mine dan miny ,saya harus beda donk,saya tetapkan saya manggil kamu jas "
"Huft ... Oke lah..tapi jangan pake neng ataupun eceu "
"Yaudah kita panggil nama nama aja,oh iya gaya ngomong nya jangan terlalu formal lagi ya"
"Oke deh fan,kenapa emangnya ? Serasa lu ngomong ama atasan ya ?"Ujar jasmine memulai akrabkan diri" oh iya jam berapa fan ?"
Irfan tersenyum kembali seraya menjulurkan jam yang di pergelangan tangan nya
"Kenapa sih ? Senyum-senyum terus ? Sedikit sedikit senyum ,sedikit sedikit senyum,senyum kok sedikit-sedikit "
"Mau aja jas "jawab irfan singkat
"Hobby senyum apa mau pamer gigi fan?"
"Dua-duanya "
Jasmine menarik nafas dalam dalam sambil mengusap-usapkan kedua telapak tanggan nya lalu menempelkan nya di pipinya
"Kenapa ? Dingin ?"
"Ya begitulah "
Irfan tersenyum kembali lalu membuka ransel nya dan mengeluarkan sebuah jacket
"Nih pake jas "
"Terus lu fan ?"
"Udah pake aja,dingin kan ?"
"Iya sih" jawab jasmine "oh iya jam berapa tadi ? "
Irfan melihat jam di tangan nya " jam 21 kurang 15 menit jas"
Jasmine mencoba menarik nafas dalam-dalam sembari memakai jacket irfan
"Ya
tuhan,bus nggak ada yang lewat,cuaca makin dingin ,langit pun hitam
gulita lantaran bulan dan bintang malam itu tertutup oleh rapatnya
awan-awan hitam"
"Kamu kenapa jas ?"
"Nggak kenapa-kenapa kok fan"
Irfan berfikir sejenak lalu berkata "itu bus datang jas !"
***
Melihat kondisi bus yang yang penuh,irfan dan jasmine saling berpandangan sejenak
"Naik lah jas "suruh irfan
Jasmine terdiam sejenak "nggak ah,penuh pan,kalo gue naik, lalu lu bagaimana ?"
"Gue ? Gue mah gampang"
"Gue nggak naik ah"
"Udah naik jas ,lu ini kenapa ? Tadi nungguin bus ,sekarang ada di depan mata malah ragu .kasihan bus nya nunggu kamu "
"Naik lah "irfan tersenyum lalu jasmine melangkahkan kakinya serasa ingin membuka jacketnya irfan "ini jaketnya gue buka ya"
"Nggak usah jas ,pegang saja dulu ! Dingin kan "
Jasmine mengangguk sebentar lalu mulai melangkah menaiki bus tersebut seyara menoleh ke arah irfan.
"Fan nomor hape ?"Teriak jasmine kemudian bus pun berangkat
Irfan
kembali duduk di halte tersebut,di temani derasnya hujan malam itu
"kenapa ampe lupa minta nomor hape ya" seraya menggaruk garukan
kepalanya karena merasa bodoh lalu tak lama ia pun tersenyum sediri
"kalo di lihat-lihat jasmine cantik juga,lucu dan sepertinya baik
tapi"irfan memikir sejenak"ah sudahlah"
****
Angin semilir
yang dibumbuhi hangatnya pagi hari membuat beberapa mahasiwa duduk di
tangga yang terletak di depan halaman kampus,irfan yang kebetulan ada
disitu dengan memegang sebuah gadgetnya tampak gereget karena game
puzzle nya yang selalu saja kalah
"Fan ? Boleh aku duduk"
"Oh aisyah,silahkan syah"
Aisyah
yang kebetulan sahabatnya irfan, semenjak duduk di bangku SMK yang
kebetulan juga lewat kemudian melihat irfan,iapun menyamperi irfan dan
kemudian duduk sembari memegang sebuah novel islaminya
"Dari mana syah ?"
"Dari perpus nih"
"Ada tugas ?"
"Apaan
sih kamu fan ,emang kalo ke perpus ,kalo lagi ada tugas aja ? Aku tuh
bukan kamu ya fan" ledek aisyah "oh iya fan,udah makan?"
Irfan
yang tengah fokus menatap gadgetnya tak mendengarkan apa yang aisyah
bicarakan,lalu aisyah meletakan tangan nya di tengah layar gadget nya
irfan sambil berkata "fan udah makan ?"
Irfan menggeleng pelan
"Kantin yuk ?"
"Game gue belum tamat syah ?"
Aisyah menarik gadgetnya irfan kemudian memegang pergelangan irfan dan menariknya berdiri "game mah bisa nanti nanti fan"
Merekapun
lalu berjalan menuju kantin dengan bercanda-canda seperti biasa tapi
saat itu irfan tidak terlalu serius menanggapi apa yang dibicarakan
aisyah
"Irfan kamu tuh kenapa sih ? Sakit ?"
"Nggak kok"
"Terus kok beda ?"
"Ah kamu mah syah suka ngawir"
"Ngawur fan"
****
Dengan
gayanya yang simple dan santai serta memagai pakaian yang sangat amat
casual,jasmin berjalan dengan membawa tas sampingnya seraya mengunyah
permen karet kemudian ia melihat irfan
"Faan ?" Teriak jasmine kemudian berjalan mendekati irfan
"Jasmine
?"Irfan tampak bingung kemudian menoleh ke arah aiysah "sebentar ya
syah" dan irfan pun berjalan mendekati jasmine hingga mereka bertemu
"Jasmine,lu kuliah disini juga ? Ambil apa ?"
"Desain fan,kalo lu ?"
"Gue teknik komputer jas?"
"Wish mantep ! Semester berapa pan ?"
"Udah semester akhir gue ,nih tinggal skripsi, lu jas ?"
"Sama donk gue juga,Oh iya jacket elu gimana ?"
"Udah kapan-kapan aja ,oh iya jasmine boleh tukeran nomor hape ?"
Kemudian mereka tukeran nomor hape dan disitu irfan malah tersenyum senyum
"Lu kenapa sih fan ? Hobby banget ya senyum ?"Tanya jasmine" grogi ya deket gue ?"
"Apaan sih ? Oh iya udah makan jas?"
"Udah kok ,oh iya nanti jam 10 bisa anterin gue nggak ? Temenin gue maksudnya ?"
"Jam 10 ya ?"Irfan berfikir sejenak " sepertinya nggak bisa deh"
"Oh ya udah lah nggak apa-apa"
"Faaaan ?" Teriak aisyah yang tlah menunggu lama
"Siapa Fan ?"
"Oh
ya udah dulu ya jas ,kapan-kapan kita ketemu lagi" lalu irfan pun
membalikan badan nya dan berjalan menuju aisyah kemudian mereka
melanjutkan jalan ke kantin
"Tadi siapa pan ?"Tanya aisyah sedikit dingin sambil mengaduk aduk es teh dingin nya dengan menggunakan sedotan
"Tadi ? Itu Jasmine"
"Pacar ?"
"Bukan kok ,calon he he he "jawab irfan bercanda
Wajah aisyah tampak berubah "kok nggak pernah cerita ? Kenal dimana ?"
Irfan
pun lalu menceritakan kejadian tadi malam ketika ia melihat jasmine
kemudian aisyah hanya bisa menganggukan kepalanya seraya mendengar irfan
bercerita
****
Ramai dan berisiknya suara kendaraan yang
berlalu lalang membuat jasmine yang sedang berdiri di sebuah halte
mengeluarkan handset nya dan memakaikan di telinganya
"Jasmine " teriak irfan tetapi jasmin tidak menghiraukan nya
"Jasmine ?" Irfan mendekat dan menepuk pundak jasmine " jasmine ?"
"Irfan "jasmin memcabut handset nya "ngapain disini ? Bukan nya jam 10 sibuk "
"Ia sibuk ,makanya gue nggak bisa nemenin lu jam segini "
"Emang lu mau kemana ?"
"Kalo lu ?"
"Kok nanya balik sih"
"TOKO
BUKU " jawab mereka serentak dengan tiba tiba mereka pun terdiam lalu
berkata lagi "SAMA DONK" mereka pun terdiam lagi ,gara-gara mengucapkan 2
kalimat yang secara bersamaan terus
"Bus nya dah datang tuh"
****
"Fan
liat deh novel remaja ini ? " Jasmin teriak-teriak kecil seraya
berjalan menuju ke arah irfan yang sedang membaca buku tentang komputer
untuk dijadikan bahan skripsinya "fan menurut lu gimana novel ini ?"
Irfan
meraih buku yang di tangan jasmin dan dibacanya judul novel tersebut
"Ada Cinta Di Halte ? Judulnya sih lucu pasti ceritanya seru "
"Pasti
kaya kita "jasmine keceplosan lalu mereka berdua terdiam dan jasmine
pun menjadi salah tingkah sehingga berjalan mundur menjauhi irfan
sejenak
"Jasmine buku-buku gue udah dapet nih" irfan kembali mendekati jasmine sambil memegang beberapa buku "buku lu ?"
"Udah nih " jawab jasmine simple sambil menujukan bukunya
Kemudian
mereka pun kembali ke halte,di tengan teriknya panas matahari mereka
berdua berdiri sesampingan,dengan reflek tangan jasmine merangkul tangan
irfan,irfan yang tengah berdiri menjadi kaget dan terdiam
"Cangcimen Cangcimen "
"Yang haus yang haus yang haus"
Terdengar pedangan asongan yang mendadak lewat di depan mereka,kemudian irfan melepaskan tangan jasmine dari tangan nya
"bang Air bang "teriak irfan kemudian pedagang asongan itu mendekat "mau berapa mas ?"
"Dua botol aja bang ,ini uangnya "
"Terima kasih "
Kemudian
pedagang asongan tersebut pergi disitu ,tangan jasmine kembali
merangkul tangan irfan "minum dulu nih ?" Irfan memberikan air tersebut
kepada jasmine lalu jasmine melepaskan tangan nya lagi dan meraih botol
tersebut
"Bus nya dah datang"ujar irfan tetapi jasmine hanya terdiam hingga memasukin bus secara bersamaan
****
Hari
terus berganti dengan hari hampir sebulan mereka kenal ,Irfan dan
Jasmine pun semakin akrab,benih-benih cinta pun mulai tumbuh,terlihat
dari pancaran mata keduanya,apalagi Jasmine yang ternyata menyimpan rasa
semenjak kejadian malam itu tapi jasmine makin kesini makin jaga jarak
kepada irfan ,semenjak Aisyah menemuinya di Kantin Kampus
"Jasmine boleh gue duduk ?"
"Aisyah ? Ya silahkan syah"
"Mine,gue mau tanya , lu ada rasa kan sama irfan ?"
"Maksudnya ?"
"Udah gini mine,gak udah belagak pilon,gue mau nanya ama lu secara baik-baik ,lu ada rasa ama irfan ?"
"Suka ? Iya gue suka ama irfan . Terus ?"
"Mending lu lupain aja deh,karena gue lebih dahulu kenal irfan dibandingkan lu mine"
"Terus ? kan kalian sahabatan ?"
"Ya mungkin sahabatan sih sekarang,tapi gue yakin kok Irfan suka ama gue"
Dada Jasmine kemudian berdesir kencang
"Permisi syah,gue mau cari materi skripsi dulu"
Jasmine
lalu beranjak berdiri dan meninggalakan Aisyah sendiri kemudian
semenjak saat itu jasmine selama seminggu berusaha jaga jarak dengan
irfan
Irfan yang tengah berjalan sendiri di depan halaman kampus
nya kemudian melihat Jasmine,yang kebetulan jasmine pun melihat
irfan,tapi disitu irfan menjadi yakin jika jasmine memang berusaha
menjauhinya
"Jasmine ,jaas ,jasmine " teriak irfan kemudian berlari menghampiri jasmin dan meraih tangan nya
"Maaf fan,gue tadi nggak denger"
Dalam hati irfan penuh dengan kecurigaan,dengan sikap jasmine yang sekarang ini " lu kenapa sih jas ? Gue ada salah ?"
"Apaan sih fan !! Nggak ada kok yang berubah,maklum minggu ini kan gue lagi sibuk-sibuk skripsi pan "
"Oh
kalo gitu ,ke kantin yuk ?" Ajak irfan tapi belum saja jasmine menjawab
ya atau tidak ,dengan cepat irfan menarik tangan jasmin ke kantin
****
Di
temani dua gelas jus alpukat,irfan yang tengah asik menatap jasmine
yang sedang mencoret-coret bukunya membuat ia tersenyum senyum sendiri
"Kenapa sih fan ,senyum senyum sendiri ? Ada yang lucu ?"
"Nggak kok jas"jawab irfan kemudian memegang tangan jasmine "jas gue mau ngomong sesuatu ama lu ?"
"Lu nggak laper fan ? Cuma minum aja"
"Nggak jas"jawab irfan lagi "jas gue mau ngo"
Potong jasmine "eh liat deh baju Jas cowok ini,yang baru gue buat"
"JAS~Miieeeen"
"Irfaaan "
"Jasmin !"
"Irfan!"
"Jas,gue serius gue mau ngomong sesuatu"
"Ini jas nanti lu pake ya,kalo lu nikah fan"
"Jasmine"
irfan menepuk jidatnya kemudian memegang jidat jasmine "lu kenapa sih
jas ,dengerin gue dulu ,siapa juga yang mau nikah"
"Kan gue iseng-iseng aja fan"
"Jasmin sebenernya gue "
Jasmine memotong pembicaraan irfan "sebenernya lu mau curhat ya ? Udah curhat aja"
"Gue suka ama lu "
Jasmine terdiam lalu berdiri
"Jas lu kenapa ?"
"Gue nggak bisa pan,gue udah jadian sama pacar gue semalam"
"Haloo
boleh gabung ?" Tiba-tiba aisyah muncul di tengah-tengah mereka
kemudian jasmine pun pergi meninggalkan mereka berdua,disitu irfan hanya
bungkam dan terdiam,entah apa yang dirasakannya saat itu hanya irfan
lah yang tau,sementara disisi jasmine ia harus membohongi prasaan nya
sendiri dan berpura-pura jikalau ia sebenernya sudah punya pacar
***
Malam
itu di sebuah halte,tempat dimana saat mereka berkenalan,jasmine
berdiri sendiri sambil mengusap air matanya di tengah derasnya hujan
yang menyelimuti dirinya dengan kedinginan
"Jasmine" teriak irfan
berlari dengan menggunakan payung nya yang saat itu pernah ia gunakan
untuk memayungi jasmine pada malam dimana mereka berkenalan
Jasmine menaiki bus yang berhenti di depan nya ,sementara irfan masih berlari menuju halte
****
Siang itu Jasmine bergegas ingin ke toko buku,mencari beberapa bahan untuk skripsinya
"Jasmine mau kemana ?" Ujar shamy selaku Kakanya Jasmine
"Mau ke toko buku ka ?,kaka gak kerja ?"
"Nggak dek,oh iya kakak ikut kamu ya,sekali kali"
"Tapi jasmine mau ke kampus dulu kak,mau cari materi di perpustakaan dulu"
"Oh nggak apa-apa "
"Yaudah ayo,naik apa nih ? Motor kakak atau ?"
"Naik bus aja kak"
"Sip lah"
***
Hari
mulai terik ,panas matahari saat itu berhasil menjatuhkan puing-puing
kringat yang berjatuhan dari dagu irfan,tapi semuanya menjadi lebih
panas ketika irfan melihat jasmine bersama seorang pria,jasmine yang
saat itu berjalan dengan shamy,pun melihat irfan bersama aisyah
,kemudian aisyah merangkul tangan irfan,tak mau kalah jasmine merangkul
tangah shamy dan langsung menuju ke perpustakan
"Itu pacarnya jasmine ? Manis juga"
"Apaan sih syah,lepas deh"
"Irfan !"
****
Waktu
menujukan pukul 02:00 ,langit mulai bersahabat,matahari yang di
lindungi tebalnya awan,membuat cuaca sore itu tidak begitu panas,irfan
yang berdiri di sebuah halte depan kampus,melihat jasmine tengah tertawa
bersama pria yang ia lihatnya tadi lalu menggandeng tangan nya sama
persis ketika jasmine merangkul tangannya irfan saat di halte depan toko
buku,
Bus berhenti di depan irfan kemudian jasmine pun bersama
kakaknya menaiki bus,tapi saat itu irfan hanya bisa melihat dengan rasa
sesak di dada melihat semuanya,bahkan hingga bus jauh meninggalkan nya
ia hanya bisa terdiam di halte,lalu kakinya berarak maju dan melangkah
tanpa ia sadari ia memasuki jalan saat itu
"Bruak"
Kecelakan
sore itu membuatnya lumpuh dan tidak bisa jalan, Aisyah yang saat itu
tengah menuju halte dengan cepat berlari ke arah irfan dan berteriak
meminta tolong ,hingga akhirnya irfan dilarikan kerumah sakit terdekat
***
Sementara
beberapa hari di kampus Jasmine tidak pernah melihat Irfan lagi,hatinya
mendadak kosong dan bersalah,serta Aisyah yang tak terlihat lagi karena
fokus menemai irfan yang tengah dirawat di rumah sakit
"Fan,aku
rasa jasmine harus tau " tiba-tiba saja Aisyah berkata seperti
itu,karena ia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa
irfan,seandainya saat itu ia tidak menemui Jasmine ,mungkin kejadian nya
tidak seperti itu
"Aku bener bener egois,irfan ini sahabat
ku,kenapa aku bisa bertindak bodoh seperti itu sih,cuma lantaran aku
diam-diam menyimpan rasa kepada irfan"dalam hati aisyah terus beradu dan
berkecambuk tak menentu seakan-akan panah rasa bersalah terus mengujam
nya hingga air matanya menetes
Irfan mengusap airmata aisyah "syah
kamu nggak usah nangis gitu ah,soal jasmine .aku mohon banget sama kamu
,jangan beritahu apa yang telah menimpaku" ujar irfan "kini jasmine
sudah ada orang yang mendampinginya,mungkin ini memang udah jalan ku
jas"
"Tapi fan "ucap aisyah lalu irfan mencoba memotong perkataan
aisyah " kamu sahabatku kan syah ? Aku mohon jangan pernah cerita apapun
kepada jasmine"
Aisyah mengangguk pelan ,kemudian ia mengelap airmatanya dengan jilbab merahnya yang ia kenakan itu
****
Sidang
telah dimulai ,irfan pun mengikuti sidang dengan menggunakan kursi roda
saat itu di temani aisyah disampingnya,sementara jasmine sampai saat
itu tidak pernah mengetahui kabar irfan lagi,nomor hape serta jejaring
sosial irfan yang berhubungan dengan nya pun ,semuanya mendadak hilang
Hingga
akhir mereka semua lulus dan wisuda ,jasmine tidak pernah ketemu
apalagi tau irfan dimana,berkali-kali ia berusaha menemui dan mencari
Aisyah juga untuk mencari kabar irfan,ia pun hanya mendapat hasil Nol
besar saat itu..
***
Lima tahun telah berlalu,irfan akhirnya
dengan semanggat gigihnya ia pun bisa kembali berjalan lagi semenjak 1
tahun yang lalu ,kini ia bekerja di sebuah perusahan ternama di Bandung
dengan jabatan yang lumayan penting di perusahaan tersebut,sementara
Jasmine memiliki sebuah Butik besar juga di daerah Jakarta selatan yang
baru ia rintis satu bulan yang lalu,tapi dilihat perkembangan butiknya
sangatlah cepat hingga saat ini jasmine berhasil menjadi wanita karir
"Fan, berhubung gue mau nikah dengan lucky ,minggu depan anterin gue fighting baju"
"kenapa gak sama lucky syah ?"
"Aduh irfan,dia sibuk katanya,ngrusin inilah itulah ,banyak deh alesannya,"
"Yaudah boleh,nanti gue anterin,tapi lu izin dulu sama lucky takut nanti dia cemburu lagi "
"Mana mungkin lucky cemburu ,kan lu sahabat gue ,oh ya fan ,gue mau cerita soal jasmine"
Irfan
terdiam ,ia kembali mengingat jasmine wanita yang pernah ia cintai di
masa lalunya itu,sejujurnya hingga saat ini ,ia masih ada rasa terhadap
jasmine,sementara rindu yang ia simpan di dada cukup lama seolah-olah
menjadi bom waktu yang akan meledak dan memporak porandakan pikiran nya
"Fan
sebenernya dulu" Aisyah mulai berbicara dan meceritakan semua yang
pernah ia lakukan ke jasmine ,hingga air matanya menetes "aku minta maaf
pan"
Irfan terdiam dan kecewa tapi dengan fikiran yang menurutnya
dewasa ia pun berusaha membuat aisyah bersedih "sudah lah syah,semuanya
udah berlalu,jujur aku kecewa ,tapi ya gimana lagi ? Semuanya sudah
terlanjur,aku marahpun itu nggak membuat jasmin ada disampingku"
"Tapi fan"
"Sudah lah syah ,senyum donk" lalu tangan irfan mengukir senyum dibibirnya aisyah
"Apaan sih fan"aisyah kemudian tersenyum
****
Seminggu
telah berlalu ,waktu yang dijanjikan pun telah tiba ,irfan bersama
aisyah mengunjungi butik tempat aisyah akan melakukan fighting baju
walaupun lumayan jauh
"Disini syah ?"
"Ia kata alamat yang dikirim si ka lucky sih disini "
"The
Jas'Fan Fashion ,namanya unik syah "ujar irfan lalu melihat dari luar
butik tersebut,ada sesuatu yang membuatnya merasa aneh ,yah tampilan
display patung tersebut dua pasangan patung yang menggunakan baju
penganting yang berdiri di sebuah dekorasi yang menyerupai halte
tersebut membuat ia teringat sesuatu "jas itu ?" Ia berfikir sejenak
"jas itu mirip jas yang pernah Jasmine gambarkan saat aku ingin
menembaknya
"Fan ayo kita masuk"
Jantung irfan bedegub kencang,kakinya berlahan masuk ,aisyah melihat seorang karyawati butik dan menghampirinya
"Maaf mba,saya aisyah ingin melakukan fighting baju,calon suami saya sudah melaksanan janji sama yang punya butik ini"
Kemudian karyawati tersebut memasuki ruangan pemilik butik tersebut
"Permisi bu , ada yang mau fighting baju pernikahan katanya sih sudah ada janji dengan ibu"
"Oh ia, suruh mereka masuk "
Aisyah dan irfan pun lalu beranjak memasukin ruangan pemilik toko tersebut
"Pemisi "ucap aisyah lalu membuka pintu dan masuk bersama irfan
Suasana
menjadi henting,udara yang ber AC mendadak lebih hangat,kaki aisyah dan
irfan mendadak kaku,lalu mereka berudaha duduk di depan meja kerja
pemilik tokok tersebut,
Irfan yang saat itu hanya terdiam tanpa terkedip,mencoba mencairkan suasana
"Jasmine ?"
"Ir ... Ir .. ir"suara jasmine terdengar terbata-bata "irfan"
Aisyah saat itu terdiam
Lalu jasmine berdiri di depan mereka dan mencoba prefisional
"Jasmine ?"
"Oh iya saya lupa,kalian apa kabar ?"Dada jasmine seperti tertusuk jarum yang amat panas saat itu
"Allhamdullilah baik" jawab mereka serentak
"Kalian
kapan rencana mau nikah nya ,tanggal berapa ?jadi yang buat janji sama
saya itu kamu ya fan,kenapa nggak bilang,saya bisa memberikan kalian
baju di depan sana,yang saya displaykan untuk kalian secara free,karena
baju jas itu saya buat khusus buat kamu dulu"
"Jasmine ?"
"Udah lah fan,kalian kesini mau fighting kan ?"
"Saya saja mine "ucap aisyah
"Kamu syah ? Lalu irfan ?"
"Irfan
hanya menemani saya mine,yang ingin menikah saya dengan lucy,calon
suami saya mine,bukan irfan dengan saya,boleh kita bicara sejenak
sebelum figting baju"
Jasmine terdiam dan lalu mengagguk pelan
"jasmine
,saya minta maaf yang atas yang perah saya katakan dulu,gara-gara saya
kamu menjauhi dan jaga jarak terhadap irfan,apalagi kejadin dikampus
,ketika di halte kamu bersama pacarmu,irfan mengalami"
Irfan memotong pembicaraan aisyah" Aisyah !"
"Fan jasmine harus tau fan,"
"Tapi syah "
"Udah fan,kamu masih suka kan sama jasmine,kamu masih ada rasakan dengan jasmin,aku tau itu semua fan"
Irfan
terdiam sejenak ,kemudian aisyah menceritakana yang pernah terjadi
terhadap irfan,disitu terlihat jasmine hanya bisa meneteskan air matanya
kemudian irfan berdiri dan berjalan menuju kepintu
"Fan"ucap jasmine lalu mendekat
Jasmine memeluk Irfan dengan airmata yang membasahi pundak irfan,
"Fan aku minta maaf pan,kenapa kamu nggak pernah cerita kalau kamu kecelakaan ?"
"Untuk
apa jas ,bahkan saat itu kamu bersama lelaki itu,untuk cemburu pun aku
sudah tidak punya hak,apalagi menceritakan semua yang terjadi
padakau,ada hak apa aku !"
"Tapi fan dia itu "
" Kreaaak"
pintu dibuka "jasmine mama minta tol " ucap shamy kakaknya jasmine
sambil membuka pintu " Long" dan melanjutkan perkataan nya yang tertunda
karena melihat jasmine yang sedang memegang tangan irfan
"Fan ,ini kan lelakki yang kamu lihat waktu di kampus?"
Irfan mengangguk
"Iya
saat itu aku berusaha menggandengnya,supaya kamu cemburu dan menjauhi
aku,tapi saat itu aku melihat kamu bergandengan dengan aisyah"
"Ada apa ini ?" Ucap shamy bingung
"Dia ini kakak ku fan,kakak kandungku !"
"Irfan ? Ini irfan yang sering kamu ceritakan dek ?"
Kemudian
shamy menarik tangan irfan untuk duduk ,lalu menceritakan setiap titik
demi titik pejuangan jasmine untuk bertemu dengan irfan,mencari kabar
irfan,bahkan nama butiknya itu Jas'Fan diambil dari kata Jasmine dan
Irfan saking sayang nya
Kemudian Jasmine dan Irfan berpelukan melepas rindu ,
Irfan
yang semua ragu atas penjelasan shamy kemudian menoleh ke arah jasmine
,rasa keraguan itu hilang,dan ia melihat aisyah sejenak dan saat itu
aisyah mengagguk pelan..seketika suasana hangat tersebut sirna menjadi
kedinginan cinta mereka yang kembali.